Polisi Tangkap Remaja Pelaku Penusukan hingga Tewas di Merauke, Tulang Kasuari Disita

Pelaku Penusukan

Mata Rajawali – Satuan Reskrim Polres Merauke berhasil mengamankan seorang remaja berinisial JS (19) yang diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban jiwa di Jalan Ampera III, Kelurahan Maro, Kabupaten Merauke. Peristiwa berdarah yang menewaskan korban bernama Karlos Warip (34) ini dipicu oleh adu mulut di dalam rumah.

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Merauke yang dipimpin langsung oleh KBO Reskrim IPDA Akbar R.S., S.Tr.K., meringkus pelaku pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 WIT. JS ditangkap di wilayah Kelapa Lima Kondap setelah sempat diamankan terlebih dahulu oleh pihak keluarganya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil penyelidikan awal pihak kepolisian, insiden tragis ini bermula saat korban pulang ke rumah dan mendapati pelaku berada di dalam rumahnya. Korban yang merasa keberatan kemudian meminta pelaku untuk keluar, hingga memicu pertengkaran mulut di antara keduanya.

Situasi semakin memanas saat berdua di depan rumah. Kronologi kejadiannya adalah sebagai berikut; Korban sempat mengambil sebilah parang untuk menggertak pelaku. Merasa terancaman, pelaku pun merespon secara spontan mencabut senjata tajam berupa tulang kasuari yang panjangnya kurang lebih 28 cm, yang diselipkan di pinggangnya, lalu menusuk dada kiri korban sebanyak satu kali.

Akibat tusukan tersebut, korban langsung terjatuh ke dalam selokan di depan rumah dan meninggal dunia di tempat, sementara pelaku langsung melarikan diri.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, polisi bergerak cepat melacak keberadaan JS. Selain menangkap pelaku yang berstatus sebagai pelajar tersebut, petugas juga menyita satu buah tulang kasuari tajam yang diduga kuat digunakan untuk menusuk korban.

Pelaku JS kini telah dijebloskan ke ruang tahanan Sat Reskrim Polres Merauke untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya orang. Polisi juga masih terus melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *