PEMPROV PAPUA SELATAN MINTA DISTRIBUSI DAGING QURBAN PRESIDEN TEPAT SASARAN

Mata Rajawali – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menegaskan agar penyaluran daging hewan qurban Idul Adha 1447 Hijriah dilakukan secara tepat sasaran, dengan memprioritaskan masyarakat ekonomi lemah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Selatan Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sunarjo, saat mewakili Gubernur Apolo Safanpo menyerahkan sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Merauke, Selasa (26/5/2026) sore.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sunarjo mengingatkan bahwa hakikat utama dari ibadah qurban adalah fungsi sosialnya. Ia mengimbau kelompok masyarakat yang secara finansial mampu membeli daging secara mandiri untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang membutuhkan.

“Fungsi sosial ini memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang ekonominya lemah, yang jarang atau tidak pernah membeli daging, untuk ikut menikmati bagiannya pada Idul Qurban,” ujar Sunarjo.

Ia juga menambahkan, sangat disayangkan jika ada warga yang tergolong mampu tetapi masih ikut mengantre atau meminta jatah daging qurban yang seharusnya menjadi hak kaum duafa.

Tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan total 23 ekor sapi qurban di wilayah tersebut dengan rinciannya, 6 ekor sapi diserahkan langsung di RPH Merauke oleh Asisten II Sunarjo, dan 17 ekor sapi diserahkan secara simbolis pada Selasa pagi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Politik, Agung Dwi Ariyanto, kepada Ketua PKM Masjid Raya Al-Aqsha Merauke.

Selain masalah distribusi, Pemprov Papua Selatan juga menyoroti aspek teknis dan etika penyembelihan di RPH Merauke. Sunarjo meminta Pemerintah Kabupaten Merauke di bawah kepemimpinan Bupati Yoseph Bladib Gebze untuk menambah jumlah Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.

“Sepengetahuan saya, baru ada satu Juleha di RPH ini. Kita minta kepada Bupati Merauke agar kuantitas Juleha bersertifikat bisa ditambah, karena sertifikasi ini sangat penting untuk menjamin kehalalan di RPH maupun Rumah Potong Unggas (RPU),” jelasnya.

Terakhir, Sunarjo menginstruksikan Dinas Peternakan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk melakukan langkah proaktif. Ia meminta jajarannya memonitor dan mengecek kondisi kesehatan hewan qurban langsung ke peternak jauh-jauh hari sebelum hari raya tiba.

“Jangan sampai mendadak baru dicek ke para peternak yang ada. Persiapan harus dilakukan matang agar kita mendapatkan hewan qurban dengan kualitas terbaik,” pungkasnya. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *