Dispora Parekraf Papua Selatan Perkuat Sadar Wisata di Pantai Lampu Satu, Dorong Masyarakat Jadi Pelaku Utama Pariwisata

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pariwisata, Sidik Weriu

Mata Rajawali, 9 Juli 2026 – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispora Parekraf) Provinsi Papua Selatan menggelar Sosialisasi Sadar Wisata di kawasan wisata Pantai. Kegiatan tersebut berlansung selama tiga hari, yaitu pada hari Rabu, 8 sampai Jumat, 10 Juli 2026 yang dimulai dari pantai Payum, Lampu Satu, dan berakhir di pantai Nasai. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata melalui penerapan nilai-nilai Sapta Pesona, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kepala Dispora Parekraf Provinsi Papua Selatan yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pariwisata, Sidik Weriu, mengatakan Pantai Lampu Satu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Papua Selatan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, menurutnya, keberhasilan pengembangan destinasi tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan infrastruktur wisata tidak akan berdampak optimal tanpa kesiapan masyarakat lokal. Melalui gerakan Sadar Wisata ini, kami ingin membangun sinergi agar masyarakat mampu mengimplementasikan nilai-nilai Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sidik saat membuka kegiatan.

Sosialisasi diikuti masyarakat, pengelola pondok wisata, pelaku UMKM, pedagang kuliner, dan pemuda setempat. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep Sadar Wisata, penerapan Sapta Pesona, pelayanan kepada wisatawan (hospitality), serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi dan kearifan lokal.

Dalam pemaparannya, Sidik menjelaskan bahwa Sadar Wisata merupakan konsep yang mendorong masyarakat menjadi tuan rumah yang baik dengan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan ramah bagi wisatawan. Konsep tersebut diharapkan mampu menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola dan menjaga destinasi wisata secara berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Karena itu, implementasi Sapta Pesona yang meliputi unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan harus menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat di kawasan wisata.

Selain membangun kesadaran masyarakat, Dispora Parekraf juga mendorong pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mengelola destinasi wisata. Pemerintah juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kepariwisataan bagi generasi muda, serta membangun sinergi dengan berbagai organisasi seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan pemangku kepentingan lainnya.

Sidik mengakui bahwa pengembangan sektor pariwisata masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dan pengelola wisata terhadap pentingnya menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi. Oleh karena itu, pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan agar masyarakat mampu menjadi penggerak utama pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism).

Melalui penerapan konsep Sadar Wisata, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku yang memperoleh manfaat ekonomi dari berkembangnya sektor pariwisata. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan diyakini akan berdampak langsung pada pertumbuhan UMKM, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut ditutup dengan aksi bersih-bersih Pantai Lampu Satu sebagai wujud komitmen bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan wisata.

Dalam kesempatan itu, Dispora Parekraf juga menyoroti besarnya potensi wisata di wilayah Papua Selatan, termasuk Kabupaten Mappi yang memiliki destinasi unggulan seperti Sejuta Rawa dan Taman Sejuta Wapria. Potensi tersebut dinilai memiliki daya tarik tinggi dan dapat berkembang menjadi destinasi unggulan apabila didukung pengelolaan yang profesional, keterlibatan aktif masyarakat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui penguatan gerakan Sadar Wisata, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap setiap destinasi wisata di wilayahnya mampu menghadirkan lingkungan yang aman, bersih, nyaman, dan berdaya saing, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *