Mata Rajawali – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengajak jajaran TNI dan instansi terkait untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah. Langkah ini dinilai penting demi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, saat menghadiri peresmian rehabilitasi Panti Asuhan ABBA Merauke oleh TNI di Merauke, Jumat (29/5/2026).
Mewakili Penjabat Gubernur Apolo Safanpo dan Wakil Gubernur Paskalis Imadawa, Ferdinandus menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tulus kepada Pangdam XXIV Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, beserta jajarannya. Menurutnya, aksi nyata TNI ini menjadi tamparan sekaligus teladan bagi pemerintah daerah.
“TNI telah membantu Pemerintah Provinsi Papua Selatan melihat apa yang mungkin selama ini luput dari pandangan kita. Dedikasi, kesukarelaan, dan ketulusan yang ditunjukkan oleh Pangdam beserta jajaran adalah teladan yang luar biasa,” ujar Ferdinandus.
Ia menegaskan akan segera melaporkan jalannya kegiatan ini kepada Gubernur dan Wakil Gubernur. Selain itu, Ferdinandus bakal mengoordinasikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar meniru gerak cepat dan kepedulian TNI dalam membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Di hadapan anak-anak panti, Ferdinandus menyebut bahwa pemerintah melihat ada harapan besar di mata mereka sebagai calon generasi emas pemimpin bangsa. Ia juga berterima kasih kepada para pengasuh panti yang tulus dan “tahan banting” dalam mendidik anak-anak.
“Anak-anakku di panti ini, kalian semua besok akan menjadi orang-orang hebat. Kuncinya satu, selalu mengandalkan Tuhan. Ketika merasa tidak memiliki apa-apa di dunia, selama memiliki Tuhan dan rajin berdoa, masa depan yang cerah itu pasti ada,” pesannya memberi motivasi.
Terkait fasilitas panti yang masih kurang, Ferdinandus mendorong adanya sinergi logistik dan anggaran ke depan. Ia berharap kekurangan sarana prasarana bisa didiskusikan bersama antara Pemprov, Pemkab Merauke, dan TNI secara bergotong-royong.
“Tujuan kita satu, ingin memastikan bahwa di tanah Papua Selatan ini tidak boleh ada lagi air mata kesedihan yang turun begitu saja. Jika ada air mata kesulitan, mari kita segera hadir untuk menghapusnya,” tegas Ferdinandus.
Ia menambahkan, sangat ironis jika masih ada anak-anak yang telantar atau sedih di Merauke, mengingat wilayah ini sangat subur, makmur, dan memiliki potensi alam yang luar biasa.
“Terkait sarana prasarana atau bangunan yang masih perlu pembenahan, mari bergandengan tangan dan bangun bersama-sama. Sekali lagi kami sampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pangdam, Danrem, seluruh pejabat yang hadir, serta seluruh pengurus yayasan panti asuhan,” pungkasnya. (DWL)



































