Mata Rajawali, – Tim SAR Gabungan yang melibatkan personel Komando Daerah Maritim (Kodaeral) XI bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke berhasil menemukan korban yang diduga terjatuh di Sungai Maro dari Dermaga Sidomulyo, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Korban bernama Abdul Rozaq (29) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di alur Sungai Maro, wilayah Tanah Miring, pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 13.45 WIT, setelah proses pencarian berlangsung selama empat hari.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIT, ketika korban diduga terjatuh ke Sungai Maro saat hendak menuju kamar kecil (toilet) di Dermaga Sidomulyo. Rekan korban kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke untuk dilakukan operasi pencarian.
Menindaklanjuti laporan itu, Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P. memerintahkan Asisten Operasi (Asops) Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Totok Susilo untuk mengerahkan dukungan operasi SAR. Selanjutnya, Dansatrol Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Rahman Syam berkoordinasi dengan Basarnas Merauke guna melibatkan personel Satrol Kodaeral XI beserta unsur patroli laut lainnya dalam pencarian korban.
Operasi SAR dilakukan secara terpadu dengan menyisir lokasi kejadian hingga sepanjang alur Sungai Maro. Tim gabungan terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Satrol Kodaeral XI Merauke, Polair Merauke, serta Anak Buah Kapal (ABK) KM Lyly 03.
Memasuki hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan memperoleh informasi dari masyarakat mengenai adanya jasad yang ditemukan di alur Sungai Maro. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera bergerak ke lokasi dan memastikan identitas korban. Korban ditemukan pada jarak sekitar 9,95 kilometer dari titik awal kejadian ke arah hulu Sungai Maro.
Keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan di wilayah perairan Merauke. Keterlibatan Kodaeral XI menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung operasi pencarian dan penyelamatan serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Komandan Kodaeral XI menegaskan pihaknya akan terus mendukung setiap upaya penyelamatan dan penanggulangan keadaan darurat di wilayah Papua Selatan. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah perairan, sekaligus memperkuat sinergitas antarinstansi dalam menjalankan misi kemanusiaan. (DWL)



































