Mata Rajawali – Kantor Cabang Bulog Merauke menggelar sosialisasi penyaluran bantuan pangan tahun 2026 guna memastikan distribusi yang tepat sasaran, berkualitas, dan akuntabel. Langkah ini diambil menyusul adanya kenaikan signifikan alokasi penerima bantuan hingga mencapai 87 persen dibandingkan periode akhir tahun lalu.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/04/2026) ini melibatkan lima wilayah kerja Bulog Merauke, yakni Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, Boven Digoel, dan Yahukimo. Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran TNI/Polri, pihak transporter, serta pejabat daerah termasuk Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Selatan, Paino.
Kepala Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Karennu, memaparkan data lonjakan pagu bantuan pangan yang sangat besar. Pagu beras yang pada Oktober-November 2025 tercatat sebesar 1.463.260 kg, kini naik menjadi 2.740.980 kg untuk periode Februari-Maret 2026.
“Kenaikannya mencapai 87,32 persen. Tidak hanya beras, pagu minyak goreng juga mengalami peningkatan serupa, dari 292.652 liter menjadi 548.196 liter,” terang Karennu kepada awak media.
Terkait teknis penyaluran, Karennu mengakui adanya kendala pengiriman minyak goreng yang dilakukan secara bertahap. Saat ini, distribusi baru mencakup wilayah Merauke dan Mappi, sementara Boven Digoel, Asmat, dan Yahukimo akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terkait validitas data penerima. Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar bantuan tidak salah sasaran.
“Kami meminta aparatur pemerintah hingga tingkat kampung untuk memberikan data yang akurat. Kuota tiap kampung berbeda, sehingga penyaluran harus benar-benar disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat sebenarnya, terutama di wilayah terjauh,” tegas Marlinus.
Melalui koordinasi intensif ini, Bulog optimistis ketahanan pangan di wilayah Papua Selatan dapat terjaga dan hak masyarakat sebagai penerima manfaat dapat terpenuhi secara maksimal. (DWL)



































