Mata Rajawali, Merauke, 30 Agustus 2026 — Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan siswa-siswi TK YAPIS 2 Merauke dengan menyerahkan sumbangan bagi korban musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Gak, Kelurahan Bambu Pemali, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (25/8/2026) dini hari itu.
Sumbangan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati anak-anak terhadap warga yang terdampak musibah. Meski berasal dari kalangan usia dini, para siswa menunjukkan bahwa semangat berbagi dan membantu sesama dapat ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan sosial.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada hari Senin, 30/8/2026 di gang Mawar, jalan Ternate, dan diikuti oleh siswa-siswi TK YAPIS 2 bersama para guru serta orang tua/wali murid. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp. 2.100.000,-

Kepala sekolah TK YAPIS 2 Merauke, Annisa Emma Salamah, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk membantu meringankan beban korban kebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.
“Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak sejak dini bahwa ketika ada saudara kita yang mengalami musibah, kita harus memiliki kepedulian dan keinginan untuk membantu. Sekecil apa pun yang kita berikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sumbangan tersebut merupakan hasil kepedulian dan partisipasi para siswa, guru serta orang tua/wali murid TK YAPIS 2.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini penting untuk membentuk karakter anak agar memiliki rasa empati, kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, orang tua Alisya menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian keluarga besar TK YAPIS 2 Merauke.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali setelah mengalami musibah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar TK YAPIS 2 Merauke berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan para korban serta menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari lingkungan pendidikan dan ditanamkan sejak usia dini.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran nyata bagi siswa bahwa berbagi, peduli, dan membantu sesama merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. (DWL)




































