Melalui Program Siswa Unggul Papua, Vero dan Aurel Menyelesaikan Pendidikan Sarjana di Amerika Serikat

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno dampingi Veronika Yeem dan Aurellia Viona Awom

Mata Rajawali, Merauke, 27 Agustus 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kesempatan pendidikan melalui program beasiswa bagi generasi muda Papua Selatan, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Komitmen tersebut disampaikan menyusul keberhasilan dua Mahasiswa asal Papua Selatan yang menyelesaikan pendidikan sarjana di Amerika Serikat melalui program Siswa Unggul Papua (SUP).

Kedua lulusan tersebut adalah Aurellia Viona Awom (Aurel), lulusan University of Wyoming dengan gelar Bachelor of Science in Business Management dan minor International Sales, serta Veronika Yeem (Vero), lulusan Western Michigan University dengan latar belakang pendidikan Global and International Studies. Keduanya menyelesaikan studi pada Mei 2025 dan setelah sempat bekerja selama sekitar satu tahun di Amerika Serikat, dan kini telah kembali ke Merauke.

Bacaan Lainnya

Program SUP merupakan program beasiswa yang sebelumnya dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Papua. Setelah terbentuknya Provinsi Papua Selatan sebagai daerah otonom baru, pembiayaan Mahasiswa SUP yang menjadi bagian dari wilayah Papua Selatan selanjutnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan saat ini membiayai sembilan Mahasiswa asal Papua Selatan yang menempuh pendidikan di luar negeri melalui program tersebut. Selain itu, terdapat penerima program SUP yang menjalani pendidikan di dalam negeri, dengan jumlah yang disampaikan pemerintah mencapai sekitar 146 Mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menghadirkan Aurel dan Vero untuk berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di Amerika Serikat sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda Papua Selatan.

Aurel mengungkapkan, kesempatan memperoleh beasiswa hingga dapat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat merupakan pengalaman yang sangat berharga, terlebih bagi dirinya yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Kesempatan ini sangat membantu saya untuk mengejar mimpi yang mungkin orang-orang lain idam-idamkan. Menurut saya, ini kesempatan yang sangat luar biasa dan membuat saya belajar banyak hal, terutama secara internasional,” ujar Aurel.

Sementara itu, Vero menjelaskan bahwa perjalanan pendidikan mereka dimulai pada 2020 ketika mengikuti program SUP. Mereka terlebih dahulu menjalani pembinaan bahasa Inggris selama satu tahun di Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikan di Jakarta International College sebelum ditransfer ke Amerika Serikat pada Januari 2023.

Selama kurang lebih tiga tahun menempuh pendidikan di Amerika Serikat, keduanya menghadapi tantangan, terutama dalam hal bahasa dan perbedaan budaya.

Menurut Vero, kemampuan berbahasa Inggris yang diperoleh di Indonesia tetap membutuhkan penyesuaian ketika digunakan dalam lingkungan akademik dan kehidupan sehari-hari di Amerika Serikat. Namun, keberadaan komunitas Papua dan Indonesia di sana turut membantu proses adaptasi.

“Untuk pertama kali di sana, walaupun kita sudah belajar bahasa Inggris selama setahun, berbicara bahasa Inggris di dalam negeri dengan langsung ke tempatnya itu sangat berbeda, apalagi di college secara profesional. Pastinya bahasa dan juga budaya,” kata Vero.

Aurellia Viona Awom, B.S. (Bachelor of Science)

Hal senada disampaikan Aurel. Menurutnya, keberadaan komunitas Indonesia dan Papua menjadi salah satu faktor penting dalam membantu Mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu, ia menilai kemampuan mengontrol diri dan memahami perbedaan budaya merupakan hal penting bagi Mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri.

“Yang paling penting adalah menemukan komunitas kita dan juga belajar untuk mengatur diri kita sendiri,” ujar Aurel.

Setelah kembali ke Papua Selatan, keduanya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Vero mengatakan bahwa pengalaman selama berada di Amerika Serikat tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan daya saing.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat dibagikan kepada generasi muda di Papua Selatan agar semakin banyak anak daerah yang berani bersaing dan memanfaatkan peluang pendidikan.

“Kami ingin berbagi ke teman-teman semua di sini, anak-anak Papua atau siapa saja yang ada di Provinsi Papua Selatan untuk tetap semangat. Karena kita masih kurang di luar sana dan kita sangat membutuhkan anak-anak Papua Selatan untuk terus bersaing dan siap,” tutur Vero.

Veronika Yeem, B.A. (Bachelor of Art)

Vero juga menilai terdapat sejumlah hal positif dari sistem pendidikan di Amerika Serikat yang dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan di Papua Selatan, terutama terkait fleksibilitas, kreativitas dan kemudahan akses terhadap informasi pendidikan.

Ia berharap informasi mengenai beasiswa dan peluang pendidikan dapat semakin mudah diakses masyarakat. Ia juga membuka peluang untuk berbagi pengalaman secara langsung kepada siswa di sekolah-sekolah di Papua Selatan.

“Mungkin karena kami telah kembali dari luar, kami bisa berbagi langsung ke sekolah-sekolah, memberikan motivasi. Hal-hal kecil, tetapi berdampak,” kata Vero.

Pengalaman Vero selama bekerja di Amerika Serikat juga mendorongnya untuk melihat berbagai persoalan sosial di Merauke dari perspektif berbeda. Saat bekerja di sebuah homeless shelter di Kalamazoo, Michigan, ia berinteraksi dengan masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal dan membutuhkan akses terhadap berbagai layanan.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat adanya persoalan serupa yang perlu mendapat perhatian di daerah asalnya, termasuk anak-anak yang hidup di jalan atau belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.

Sementara itu, Aurel menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Gubernur Papua Selatan, Dinas Pendidikan serta seluruh jajaran yang telah mendukung dan membimbing mereka hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di Amerika Serikat.

Ia mengakui bahwa proses pengelolaan beasiswa, khususnya beasiswa luar negeri, bukanlah hal yang mudah, terlebih dalam masa transisi setelah pemekaran Provinsi Papua Selatan.

“Kami juga berterima kasih kepada Dinas Pendidikan karena tetap konsisten dan tetap membimbing kami hingga kami bisa selesai kuliah dan balik ke Merauke,” ungkap Aurel.

Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Priyatno menegaskan bahwa keberhasilan kedua Mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua Selatan.

Pemerintah juga mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi sehingga dapat mengikuti proses seleksi program beasiswa ketika kesempatan kembali dibuka.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan, khususnya Bapak Gubernur, tetap konsisten untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak Papua Selatan, terlebih khusus anak-anak asli orang Papua Selatan untuk mendapatkan pelayanan beasiswa yang baik,” tegas Paskalis.

Pemerintah berharap para lulusan program SUP yang telah menyelesaikan pendidikan di luar negeri tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga ilmu, pengalaman, wawasan dan nilai-nilai positif yang dapat dibagikan kepada generasi muda lainnya di Papua Selatan.

“Kami berharap ilmu yang adik-adik peroleh di Amerika Serikat setidaknya ditularkan kepada adik-adik yang ada di sini. Berikan hal-hal baik yang ada di Amerika untuk adik-adik, sehingga mereka yang tidak sempat memperoleh kesempatan yang sama juga mendapatkan hal-hal baik yang sudah adik-adik dapatkan,” pungkasnya. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *