Mata Rajawali, 24 September 2025 — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Musamus (UNMUS) melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan fokus pada optimalisasi teknologi Internet of Things (IoT) dalam penyulingan minyak kayu putih di wilayah perbatasan RI–PNG.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Marsujitullah, S.Kom., M.T dengan anggota tim yakni Muhammad Awal, S.E., M.M dan Eko Budianto, S.T., M.T. Program pengabdian tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung industri rumahan masyarakat di kampung-kampung perbatasan, seperti Sota dan Yanggandur.
Tujuan utama dalam program ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas penyulingan minyak kayu putih melalui penerapan teknologi IoT, yang memungkinkan pelaku UMKM dapat memantau proses penyulingan secara real-time melalui perangkat Android.
“Minyak kayu putih asal Merauke merupakan salah satu produk unggulan yang banyak diminati wisatawan lokal sebagai oleh-oleh. Namun, selama ini proses penyulingannya masih dilakukan secara tradisional, dengan kontrol kualitas yang terbatas,” ujar Ketua Tim, Marsujitullah.
Menurut Marsujitullah, kontrol suhu, kadar asam, dan kandungan kimia lainnya masih dilakukan secara manual dan bergantung pada laboratorium eksternal, yang membutuhkan biaya tambahan. Hal tersebut menyulitkan pelaku usaha kecil dalam menjaga konsistensi mutu produknya.
Melalui penerapan teknologi IoT, alat penyulingan kini dapat terhubung langsung dengan ponsel pintar, sehingga pengguna dapat memantau suhu, kelembaban, dan parameter penting lainnya secara otomatis dan akurat.
Program ini menyasar kelompok UMKM lokal di kampung perbatasan, salah satunya adalah kelompok usaha milik Sutiyani, yang bergerak dalam produksi minyak kayu putih rumahan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya alat penyulingan dan sistem kontrol ini. Selama ini kami kekurangan peralatan dan belum bisa menjamin kualitas produk secara konsisten,” ujar Sutiyani
Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang pertengahan hingga akhir tahun 2025, dengan lokasi pengabdian di beberapa kampung strategis di Kabupaten Merauke, 31 September 2025, khususnya wilayah perbatasan RI–PNG.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Musamus dan Kemdiktisaintek dalam mendukung transformasi digital bagi UMKM lokal, serta mendorong peningkatan daya saing produk daerah berbasis potensi alam.
“Kami ingin teknologi ini menjadi solusi nyata dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah tertinggal dan perbatasan,” tegas Marsujitullah.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Musamus membuktikan bahwa teknologi tidak harus rumit atau mahal untuk bisa memberi dampak besar bagi masyarakat. Sentuhan inovasi berbasis Internet of Things pada industri rumahan mampu membuka peluang bagi kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan, sekaligus menjaga mutu produk lokal unggulan seperti minyak kayu putih khas Merauke. (DWL)



































