Mata Rajawali – Menyongsong Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Papua Selatan menunjukkan komitmen kebersamaan dan toleransi antarumat beragama melalui program bertajuk “Sahabat Rumah Ibadah”, Sabtu (20/12/2025).
Tak sekadar wacana, organisasi kepemudaan ini turun langsung melakukan bakti sosial di rumah ibadah serta menyantuni penghuni asrama. Aksi tersebut menjadi implementasi cepat pasca Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I KNPI Papua Selatan, yang dilanjutkan dengan penyusunan program kerja masing-masing bidang.
Di bawah koordinasi Bidang Agama dan Multikultural, KNPI Papua Selatan menetapkan tiga program unggulan yang berorientasi pada aksi kemanusiaan, penguatan nilai toleransi, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ketua KNPI Papua Selatan melalui Wakil Ketua Bidang Agama dan Multikultural, Rose Anikhe Basaur, S.PAK., Gr., kepada wartawan menjelaskan bahwa aksi sosial diawali di Gereja Katolik Santa Maria Fatima, Kelapa Lima, Merauke.
Menurut Rose, lokasi tersebut dipilih karena berdekatan dengan Sekretariat KNPI Provinsi Papua Selatan. Para pengurus KNPI bahu-membahu membersihkan area gereja guna menciptakan suasana yang nyaman dan layak bagi umat dalam menyambut Hari Raya Natal. Selain kerja bakti, KNPI juga menyerahkan sumbangan sukarela sebagai wujud kepedulian.
“Memang nilainya tidak seberapa, tetapi kami ingin memulai dari hal-hal kecil yang berdampak. Kami bersyukur pihak gereja menyambut baik kehadiran KNPI sebagai promotor aksi kepemudaan yang peduli,” ujar Rose.
Tak berhenti di pusat kota, KNPI Papua Selatan juga memperluas jangkauan kegiatan hingga ke Distrik Kurik. Tim KNPI menyambangi Asrama Santo Paulus di Kampung Kumbe untuk melakukan aksi berbagi kasih kepada para penghuni asrama.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini murni digerakkan oleh semangat gotong royong para anggota KNPI. Bantuan yang disalurkan berasal dari swadaya pengurus dan dukungan kolektif donatur, membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk berbuat kebaikan.
Penanggung jawab Asrama Santo Paulus menyampaikan apresiasi atas kepedulian KNPI Papua Selatan. Kehadiran organisasi kepemudaan tersebut dinilai sangat tepat dan memberikan semangat baru bagi para penghuni asrama.
Rose Basaur menegaskan, program Sahabat Rumah Ibadah bukan sekadar kegiatan seremonial musiman. KNPI Papua Selatan berkomitmen menjadikan program ini berkelanjutan dan akan dilaksanakan pula pada hari-hari besar keagamaan lainnya, seperti Idul Fitri dan perayaan keagamaan lainnya.
“Kami ingin mengurangi porsi sosialisasi di dalam ruangan dan memperbanyak aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Program kerja KNPI harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Melalui aksi ini, KNPI Papua Selatan berharap dapat menjadi inspirasi sekaligus motor penggerak bagi organisasi kepemudaan lainnya di Papua Selatan untuk menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. (DWL)



































