Keterbatasan Anggaran Bukan Halangan, Festival Band Daerah Pertama Papua Selatan Resmi Dibuka

Mata Rajawali – Pemerintah Provinsi Papua Selatan resmi membuka Festival Pertama Grup Band Daerah Provinsi Papua Selatan Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Merauke, 19/5/2026 di lapangan Mandala. Meski dipersiapkan dalam waktu singkat dan dengan dukungan dana yang minim, ajang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri musik dan pelestarian budaya di wilayah Papua Selatan.

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Provinsi Papua Selatan, di antaranya Ketua MRP Papua Selatan, Kasdam XVII/Cenderawasih, Danrem 174/ATW, Danlanud J.A. Dimara, dan Wakapolda Papua Selatan. Hadir pula perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Merauke serta para pimpinan OPD terkait.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada ketua anitia, Burhan Zaen, beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras mewujudkan festival ini.

“Kegiatan ini lahir dari ide para pemerhati seni dan budaya di Papua Selatan. Walaupun waktunya sangat singkat dan mendadak, serta tidak terencana dalam program kerja pemerintah sehingga anggarannya minim, festival ini tetap bisa berlangsung berkat semangat melestarikan budaya dan menumbuhkan bakat anak-anak kita,” ujarnya.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada para peserta yang datang dari luar daerah. Selain Kabupaten Merauke sebagai tuan rumah, festival ini diikuti oleh grup-grup band dari Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Asmat yang telah menempuh perjalanan jauh demi berpartisipasi.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen menjadikan festival perdana ini sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan di tahun-tahun mendatang, agar dapat diselenggarakan secara lebih matang dan berkelanjutan.

Guna memberikan penilaian yang berkualitas, panitia menghadirkan lima dewan juri yang memiliki rekam jejak emas di dunia musik nasional maupun internasional, seperti Harry Letsoin, personel band legendaris (Black Sweet), asal Merauke dan juga sebagai pencipta lagu-lagu hit seperti Nona Baju Merah dan Untukmu Merauke.

Yan Gepse (Yan Gede), musisi senior yang memiliki pengalaman bermusik hingga ke Dordrecht (Belanda) dan Jerman Barat pada era 90-an. Ice Fofid, personel Digul Band yang telah aktif di industri musik sejak pertengahan tahun 1980-an hingga ke Jakarta. Billy Roseli, pelatih musik dan paduan suara muda dengan segudang pengalaman penjurian lintas provinsi dan Nancy Fofid, vokalis milenial berprestasi, mantan additional singer untuk Abresso Band dan band legendaris Black Brothers.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama seluruh tamu undangan mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moril sepenuhnya kepada seluruh peserta yang bertanding, demi kemajuan industri kreatif di wilayah Papua Selatan. Kegiatan ini juga didukung oleh sponsor utama seperti Bank Papua dan PT Sampoerna. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *