Mata Rajawali – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mengajak seluruh umat Hindu di wilayah tersebut untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, dan kedamaian. Ajakan ini menekankan pentingnya harmonisasi antarumat beragama dalam mendukung percepatan pembangunan di provinsi baru tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Asisten I Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, yang hadir mewakili Gubernur Apolo Safanpo dalam acara Dharma Santi tingkat provinsi sebagai puncak peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi. Perayaan ini dipusatkan di Pura Dhuta Dharma, Tanah Miring SP2, Sabtu (11/4/2026).
“Pemerintah Provinsi mengajak semua umat Hindu di Papua Selatan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta menyebarkan aura cinta kasih dan kedamaian sesuai dengan ajaran agama,” ujar Joko Guritno dalam sambutannya.
Joko Guritno menyebutkan bahwa Nyepi merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan pembersihan diri dan alam semesta. Melalui refleksi tersebut, diharapkan nilai-nilai toleransi dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat di Papua Selatan.
“Provinsi ini dibentuk berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2022 dan kita sedang giat-giatnya membangun. Karena itu, kami mengajak umat Hindu bersama tokoh masyarakat lainnya untuk bahu-menerus memajukan daerah ini,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Papua Selatan merangkul semua golongan dan menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinannya. “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin umat Hindu telah melaksanakan prinsip ini dengan sangat baik,” tambahnya.
Puncak perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema “Vaisudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”. Menurut Joko, tema tersebut sangat relevan untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya kekompakan antara pemerintah dan masyarakat.
“Tema ini sangat bagus. Hendaknya menjadi praktik nyata dalam kehidupan kita untuk saling menghargai dan membantu satu sama lain,” tegasnya.
Puncak acara Dharma Santi berlangsung meriah dengan penampilan berbagai tarian tradisional. Para pemuda-pemudi setempat membawakan Tari Pendet, Gandrung, Pangkur Sagu, hingga Tari Cenderawasih, yang melambangkan akulturasi dan kekayaan budaya di Papua Selatan.
Turut hadir dalam momentum tersebut Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, jajaran Forkopimda, serta tokoh-tokoh dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). (DWL)




































