Bupati Merauke Pimpin Langsung Pembersihan Puluhan Ton Sampah di Pasar Wamanggu

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze sedang memimpin sendiri membersihkan puluhan ton sampah yang tidak dibersihkan berhari hari di Pasar Wamanggu Merauke sebagaimana tampak dalam gambar. (Foto: Fidel/Mata Rajawali)

Merauke, Mata Rajawali – Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menunjukkan aksi nyata dengan memimpin langsung pembersihan tumpukan sampah di Pasar Wamanggu, Sabtu (3/1/2026).

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya penumpukan sampah setinggi satu meter yang telah menggunung selama sepekan terakhir di pasar semi mall itu.

Bacaan Lainnya

Di hadapan para pejabat eselon III dan IV, Bupati memberikan teguran keras. Ia menekankan bahwa kesejahteraan pejabat berasal dari kontribusi warga pasar, sehingga pelayanan maksimal adalah sebuah kewajiban.

Yoseph Bladib Gebze meminta seluruh jajaran pejabat untuk memiliki empati tinggi terhadap kondisi pedagang. “Sampah yang menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap ini pertanda wajah kita juga kotor. Jika pasar jorok, itu mencerminkan kinerja kita yang jorok,” tegas Bupati Yoseph.

Bupati Merauke memimpin sendiri membersihkan penumpukan sampah puluhan ton di Pasar Wamanggu Merauke sebagaimana tampak dalam gambar. (Foto: Fidel/Mata Rajawali).

Bupati juga memerintahkan seluruh pejabat terkait untuk tidak tidur dan tetap berada di lokasi hingga pasar bersih sebelum fajar menyingsing.

Berdasarkan keterangan warga, tumpukan sampah diperkirakan mencapai puluhan ton itu akibat tidak adanya pengangkutan sampah sejak perayaan Natal hingga Tahun Baru. Dan petugas yang bertanggung jawab dianggap lalai dalam menjalankan tugas rutinnya.

“Saya turun langsung sebagai bentuk tanggung jawab pemimpin. Saya sangat prihatin melihat warga pasar harus berjualan di tengah bau dan kotor yang mengganggu kenyamanan,” ujar Bupati Merauke.

Bupati memastikan bahwa seluruh sampah harus sudah terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebelum matahari terbit esok hari.
Aksi ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Fidelis Jeminta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *