Rombongan Gubernur Papua Selatan Diharuskan Bermalam di Muara Kali Bian, Karena Gelombang Tinggi Laut Arafura

Mata Rajawali – Rombongan Gubernur Provinsi Papua Selatan terpaksa bermalam di Muara Kali Bian setelah tiga unit speedboat yang mereka tumpangi gagal melanjutkan perjalanan akibat gelombang tinggi di Laut Arafuru. Gelombang diperkirakan mencapai ketinggian empat hingga lima meter dan membahayakan keselamatan penumpang.

Perjalanan dinas Gubernur ke Kampung Buepe, Distrik Kaptel, harus dihentikan sementara karena kondisi cuaca ekstrem di perairan Laut Arafuru. Gelombang laut yang tinggi memaksa rombongan untuk menepi dan bermalam di sekitar muara sungai sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kecelakaan laut.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 30 orang, termasuk Gubernur Papua Selatan dan rombongan, serta enam orang pengemudi speedboat, berada dalam rombongan tersebut. Salah satunya adalah Abdulloh Adlan, jurnalis media lokal Merauke, yang turut serta dalam kunjungan kerja ini.

“Ini pengalaman pertama saya liputan ke daerah terpencil yang hanya bisa dijangkau dengan perjalanan laut dua setengah jam dan darat sekitar enam jam. Saya sangat khawatir dengan gelombang tadi,” ujarnya.

Peristiwa ini terjadi saat rombongan dalam perjalanan menuju Kampung Buepe melalui jalur laut pada pertengahan September 2025. Setelah dua kali percobaan menerobos gelombang gagal, rombongan akhirnya memutuskan untuk bermalam di Muara Kali Bian, kawasan pesisir yang relatif aman dari hempasan ombak besar.

Cuaca buruk dan gelombang laut yang ekstrem menjadi penyebab utama penghentian perjalanan. Salah satu driver speedboat mengatakan bahwa mereka telah mencoba menembus gelombang dua kali, namun gagal karena ombak terlalu tinggi dan membahayakan keselamatan.

“Kami sudah mencoba dua kali, tapi gelombangnya terlalu tinggi. Ini sangat berisiko,” ujarnya.

Driver speedboat sempat melakukan evaluasi dan mengganti pengemudi demi keamanan. Namun meskipun sudah berganti kendali, gelombang tetap tidak bisa dilalui. Salah satu pengemudi bernama Kevin bahkan sempat melontarkan candaan bernuansa emosional di tengah situasi menegangkan.

“Hari ini pas ulang tahun anak saya yang pertama. Saya tidak mau mati tempo,” kata Kevin.

Insiden ini kembali menyoroti risiko perjalanan laut di wilayah Papua Selatan, terutama di daerah yang hanya bisa diakses melalui jalur perairan. Kejadian serupa juga pernah terjadi di Distrik Okaba, ketika seorang anggota DPR dari Fraksi NasDem mengalami kecelakaan laut beberapa waktu lalu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya peningkatan sarana transportasi serta sistem peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah pesisir. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *