Metro Merauke – Perum BULOG Kantor Cabang Merauke menggelar rapat koordinasi penyerapan gabah dan beras Semester II Tahun 2025 di Distrik Tanah Miring, Kamis (25/09/2025).
Rapat yang dipimpin langsung Pemimpin Cabang BULOG Merauke, Karennu, dihadiri 33 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Merauke, TNI, PERPADI, para Mitra Kerja Pengadaan (MKP), serta perwakilan petani.
Rapat ini merupakan tindak lanjut Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 yang menugaskan BULOG menyerap gabah kering panen (GKP) apabila harga di tingkat petani sama atau di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram.
Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa harga gabah di Merauke saat ini masih stabil. Petani pun cenderung enggan melepas gabah karena hasil sampingnya, seperti menir, dedak, dan bekatul, masih dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan ternak.
Sebagian besar petani di wilayah ini memang menggantungkan usaha pada pertanian sekaligus peternakan, sehingga gabah memiliki nilai ganda bagi mereka.

Di sisi lain, stok beras yang dimiliki MKP masih sangat melimpah. Keterbatasan fasilitas pengeringan yang dimiliki sebagian mitra juga menjadi kendala tersendiri. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran apabila BULOG langsung membeli gabah dari petani, stok beras yang dihasilkan justru menumpuk dan sulit dipasarkan.
Menimbang berbagai kondisi tersebut, forum rapat akhirnya menyepakati kembali pola yang sudah dilakukan selama ini di Semester I Tahun 2025. Pembelian GKP akan dilakukan oleh MKP.
Gabah yang dibeli akan diolah menjadi beras, kemudian hasilnya disetorkan langsung ke pintu gudang BULOG dengan harga Rp12.000 per kilogram. Skema ini dipandang lebih realistis karena memberi kepastian pasar bagi petani, memberi nilai tambah bagi mitra, serta menjamin ketersediaan beras di gudang BULOG Merauke.
Pemimpin Cabang BULOG Merauke menegaskan bahwa keberhasilan skema ini bergantung pada sinergi semua pihak. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, TNI, PERPADI, para petani, dan mitra kerja agar target penyerapan dapat tercapai. Kesepakatan bersama juga telah ditandatangani, yang memuat target penyerapan beras hingga akhir Desember 2025 sebagai acuan pelaksanaan.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani, memastikan stok beras tetap aman, serta menjamin masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Sinergi lintas pihak yang terbangun di Merauke menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas pangan hingga penghujung tahun. (DWL)




































