Konferensi Anak Cabang (KONFERANCAB) GP Ansor Merauke Tekankan Kekompakan dan Konsolidasi Organisasi

Ketua PC ANSOR Merauke, Muh. Alfin Wijaya, S.T

Mata Rajawali, Merauke — Konferensi Pimpinan Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Merauke menekankan pentingnya menjaga kekompakan, memperkuat silaturahmi, serta membangun organisasi yang semakin solid, mandiri, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Muhammad Alfian Wijaya dalam sambutannya pada Konferancab GP Ansor Merauke yang berlangsung di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (8/9/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Alfian, Konferancab tidak boleh dipandang hanya sebagai forum pergantian atau pemilihan kepengurusan. Lebih dari itu, konferensi menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, mempererat silaturahmi, menyusun visi, serta menentukan arah perjuangan GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ke depan.

“Konferancab bukan hanya sekadar kegiatan pergantian pengurus, tetapi menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, memperkuat silaturahmi, merintis visi, dan menyusun langkah perjuangan Ansor Banser untuk masa yang akan datang,” ujar Alfian.

Ia mengajak seluruh kader GP Ansor dan Banser tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pandangan dan gagasan dalam proses organisasi.

“Boleh berbeda pendapat dalam forum, boleh memilih gagasan yang berbeda, tetapi jangan sampai ada perbedaan yang membuat kita terpecah,” tegasnya.

Alfian menegaskan, seluruh kader memiliki tujuan yang sama, yakni membesarkan GP Ansor, menjaga marwah Nahdlatul Ulama (NU), serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara, khususnya di Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi bukan semata-mata mengenai siapa yang terpilih menjadi ketua, melainkan bagaimana seluruh kader bersama-sama menjalankan amanah organisasi.

“Siapapun yang nantinya mendapat amanah kepemimpinan, mari kita dukung bersama. Setelah selesai, tidak ada lagi kelompok ini dan itu,” katanya.

Alfian berharap seluruh rangkaian Konferancab dapat berlangsung secara tertib, demokratis, penuh persaudaraan, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi. Ia juga mengajak kader melanjutkan perjuangan para ulama dan pendahulu NU dengan semangat bergerak, berkhidmat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua MWCNU Tanah Miring, Sukaji, mengatakan Konferancab memiliki arti penting bagi perjalanan organisasi. Menurutnya, forum tersebut bukan hanya untuk menentukan kepemimpinan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi organisasi, mempererat ukhuwah dan silaturahmi, serta mempersiapkan berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan ke depan. Ia pun berharap seluruh rangkaian konferensi berlangsung dalam suasana kebersamaan, musyawarah, ukhuwah, dan kekeluargaan.

Sukaji juga menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser merupakan bagian penting dari keluarga besar NU yang memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang berilmu, mandiri, berakhlak, mencintai tanah air, serta mampu berperan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Yang terpenting adalah kita teguh menjaga Ahlussunnah wal Jamaah. Apapun kita, di GP Ansor Banser dan Fatayat, semuanya tidak lain dan bukan kita sama-sama berkhidmat di dalam Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen organisasi NU di Distrik Tanah Miring terus membangun kebersamaan serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai landasan dalam menjalankan perjuangan organisasi.

Pemerintah Kabupaten Merauke turut mengapresiasi pelaksanaan Konferancab GP Ansor di sejumlah distrik dan mendorong organisasi kepemudaan tersebut terus memperkuat persatuan, toleransi, serta kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Merauke, Sugito, S.Sos., yang hadir mewakili Bupati Merauke dalam kegiatan Konferancab GP Ansor yang mencakup Distrik Malind, Tanah Miring, Jagebob, dan Kurik.

Sugito mengatakan konferensi tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan rutin atau seremonial organisasi. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap kinerja serta program organisasi sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah perbedaan pendapat.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Merauke, Sugito, S.Sos.

“Kita berharap Konfercab ini jangan dijadikan sesuatu rutinitas atau seremonial saja. Mari kita jadikan sebagai tonggak atau momentum sebagai evaluasi dan introspeksi terhadap kinerja serta program-program kita di dalam organisasi,” ujarnya.

Ia menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Karena itu, konferensi harus menjadi ruang untuk menyatukan berbagai perbedaan dan mempererat kebersamaan.

“Dalam perbedaan kita bersatu, dalam keanekaragaman kita terpadu,” kata Sugito.

Sugito juga mengapresiasi GP Ansor dan Banser yang selama ini dinilai turut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Merauke, khususnya dalam menjaga kebersamaan, persatuan, toleransi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Merauke terbuka untuk membangun kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk GP Ansor dan Banser, dalam menjaga Merauke sebagai daerah yang damai dan penuh kasih.

“Mari kita menghasilkan sinergi, mari kita menjaga persatuan dan kesatuan. Kita menjaga Merauke tetap menjadi Istana Damai, Istana Cinta Kasih sebagai rumah kita bersama dalam ikatan Izakod Bekai Izakod Kai, satu hati, satu tujuan,” tuturnya.

Sugito juga mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga toleransi antarumat beragama, toleransi di internal umat beragama, serta hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

Ia menekankan pentingnya moderasi beragama dengan memberikan ruang dan penghormatan yang sama kepada seluruh agama.

“Jadi, mari kita jaga toleransi dan moderasi beragama. Kita selalu menghormati dan memberikan ruang yang sama terhadap agama-agama lain,” katanya.

Sedangkan dari Pemerintah Distrik Tanah Miring, yang diwakili oleh Khoirul Khamid, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konferancab GP Ansor. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebinekaan masyarakat di Distrik Tanah Miring.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi dan memperkuat persatuan kebinekaan yang ada di Distrik Tanah Miring,” ujar Khoirul.

Menurutnya, GP Ansor diharapkan dapat menjadi wadah yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah distrik dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Kami berharap ke depannya GP Ansor ini dapat menjadi suatu wadah yang mempersatukan semua elemen masyarakat yang ada di Tanah Miring. Kami juga berharap sinergi antara pemerintah dengan GP Ansor dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Khoirul berharap konferensi tersebut menghasilkan kepengurusan dan kader-kader yang mampu memperkuat kebersamaan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Distrik Tanah Miring.

Sementara itu, Sugito berpesan agar kepengurusan GP Ansor yang nantinya terpilih mampu membawa organisasi semakin maju, tidak hanya di tingkat distrik dan kabupaten, tetapi juga hingga tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga mengajak generasi muda terus meningkatkan kapasitas diri melalui belajar, bersosialisasi, membangun kerja sama, serta menumbuhkan kedisiplinan dan kepercayaan diri.

“Tidak ada kesuksesan tanpa disiplin, tidak ada kesuksesan tanpa belajar. Yang penting kita harus percaya diri,” tegasnya.

Sugito kemudian mengajak seluruh kader Ansor dan Banser untuk terus menjaga persatuan serta keutuhan NKRI.

“Para Banser, para Ansor, Gerakan Pemuda Ansor harus tetap punya semangat, dan NKRI ini harus dijaga mati-matian. NKRI harga mati,” pungkasnya.

Konferancab tersebut turut dihadiri perwakilan Wakil Bupati Merauke, Ketua MWCNU Distrik Tanah Miring, Kepala Distrik Tanah Miring atau yang mewakili, Ketua Muslimat NU Anak Cabang Tanah Miring, kader GP Ansor dan Banser dari Distrik Kurik, Tanah Miring, Malind, Jagebob, serta wilayah Kota Merauke, termasuk para sesepuh dan kiai.

Melalui pelaksanaan Konferancab tersebut, keluarga besar GP Ansor Merauke diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga ukhuwah dan persatuan, serta melahirkan kepemimpinan yang dapat membawa GP Ansor semakin solid, mandiri, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *