Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, BWSS Papua Merauke Percepat Perbaikan Infrastruktur Pengairan

Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke, Nonce Saman, ST., MT

Mata Rajawali – 12 Februari 2026, di lapangan monumen kapsul waktu Merauke, bertepatan dengan pembukaan Pasar Malam, dan Pasar Kuliner UMKM dalam rangka memeriahkan HUT Merauke ke – 124 Tahun. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Nonce Saman, ST., MT, saat ditemui oleh awak media, beliau menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengairan di Kabupaten Merauke.

Hal tersebut sebagai langkah strategis yang diambil guna mendukung visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menjadikan Merauke sebagai Lumbung Pangan Nasional melalui program ekstensifikasi lahan.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke, Nonce Saman, ST., MT, menyampaikan hal tersebut usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU) selama dua hari di Merauke. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan lahan seluas 30.000 hektar dan 10.000 hektar di kawasan Wanam yang telah dipetakan untuk pengembangan lahan sawah.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri PU yang telah hadir langsung untuk memastikan luasan lahan yang dipetakan sudah sesuai. Pemerintah memiliki harapan besar agar Indonesia tidak lagi kekurangan pangan, dan Merauke adalah kuncinya,” ujar Nonce, dalam keterangannya bertepatan dengan HUT Kabupaten Merauke ke-124.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU berdialog langsung dengan para petani setempat. Aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah mengenai buruknya kondisi jalan tani dan kerusakan pintu-pintu air yang menghambat distribusi air ke sawah.

Menindaklanjuti arahan Menteri, BWS Papua Merauke telah memetakan kebutuhan mendesak dan mengusulkan perbaikan di sejumlah titik Daerah Irigasi (Dir), antara lain:
Dir Semangga: Perbaikan pintu air sesuai permintaan langsung dari petani. Dir Kurik, Dir Sermayam, Dir Tanah Miring.

“Puji Tuhan, Bapak Menteri langsung mengamanahkan kepada kami untuk mengerjakan secepat mungkin apa yang menjadi prioritas petani. Sejak kepulangan beliau, saya telah menyusun laporan usulan untuk perbaikan pintu-pintu air di lima distrik prioritas tersebut,” tambahnya.

Program ekstensifikasi di Papua ini menjadi krusial mengingat penyusutan lahan produktif di Pulau Jawa akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan pembangunan. Dengan optimalisasi pengairan di Merauke, pemerintah optimistis Indonesia tidak hanya akan mencapai swasembada, tetapi juga mampu mengekspor beras di masa depan.

Pihak BWS juga meminta dukungan penuh dari masyarakat dan media untuk mengawal proses pembangunan ini demi kesejahteraan petani di Merauke. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *