Mata Rajawali – Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Perumahan Subsidi SS6 Kuprik Jaya di wilayah pengembangan baru Kabupaten Merauke, Rabu 19/03. Proyek strategis ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan perbankan untuk memenuhi kebutuhan dasar papan bagi masyarakat.
Pembangunan yang dikelola oleh PT SS Kuprik ini direncanakan akan mencakup total 100 unit rumah subsidi, dengan tipe 36. Pimpinan developer menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap, di mana tahap pertama akan memfokuskan pada pembangunan 39 unit rumah, disusul oleh sisa unit pada tahap berikutnya.
Pihak pengembang menegaskan bahwa kehadiran perumahan ini bertujuan untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat Merauke, khususnya bagi mereka yang membutuhkan hunian dengan skema pembiayaan yang ringan.
“Kami berharap dengan adanya rumah subsidi ini dapat membantu meringankan masyarakat, khususnya di Kabupaten Merauke, untuk memiliki rumah dengan Angsuran dan DP (uang muka) yang rendah,” ungkap Irna Sulistiyanti.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Pemerintah Daerah, termasuk Dinas PUPR dan Dinas Perumahan, serta mitra strategis seperti Bank BNI sebagai penyedia pembiayaan dan PT Era Group selaku pemasok bahan bangunan.
Sebagai bentuk penghormatan atas dukungan penuh pemerintah daerah terhadap iklim investasi dan penyediaan rumah rakyat, pihak developer secara khusus meminta izin untuk menamai kawasan tersebut Perumahan YBK, yang merupakan akronim dari nama Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Yoseph menyatakan rasa hormat dan terima kasihnya. Beliau berharap nama tersebut menjadi doa agar perumahan ini membawa keberkahan bagi para penghuninya kelak.
Meski ditujukan sebagai hunian subsidi dengan harga terjangkau, Bupati memberikan instruksi tegas agar kualitas bangunan tidak dikesampingkan. Beliau menyoroti pentingnya sistem sanitasi, drainase yang mumpuni, serta akses jalan yang layak agar warga tidak mengalami kendala, terutama di musim penghujan.
“Saya instruksikan kepada OPD terkait untuk membantu mempermudah segala proses administrasi dan perizinan yang diperlukan agar pembangunan ini berjalan lancar tanpa hambatan,” tegas Bupati Yoseph.
Langkah pembukaan kawasan baru ini dinilai krusial mengingat kepadatan penduduk di pusat kota Merauke, seperti di area Mandala dan Brawijaya, yang sudah semakin tinggi. Dengan adanya pengembangan ke arah Koprik, diharapkan terjadi pemerataan ekonomi dan pemukiman di Kabupaten Merauke. (DWL)




































