Mata Rajawali, 23 Agustus 2025 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan terus berupaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Upaya ini mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan kawasan perbatasan secara terpadu.
Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, saat mewakili Gubernur Apolo Safanpo dalam acara Talk Show “Kita Indonesia” yang diselenggarakan oleh LPP RRI Merauke di halaman Kantor RRI, Sabtu (23/8). Kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh satuan kerja RRI di Indonesia.
“Pemprov sedang menyiapkan kebijakan khusus untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat perbatasan, sekaligus memperkuat keamanan dan koordinasi antarwilayah,” ujar Agustinus.
Ia menjelaskan, wilayah perbatasan seperti di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel tidak hanya menjadi garda terdepan NKRI, tetapi juga menjadi wajah Indonesia di mata negara tetangga.
Papua Selatan memiliki dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yakni PLBN Sota di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, dan PLBN Yetetkun di Distrik Ninati, Kabupaten Boven Digoel. Kedua lokasi tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.
“Masyarakat yang datang ke Merauke banyak yang ingin mengunjungi PLBN Sota. Kita harus siapkan infrastruktur, ekonomi kreatif, dan UMKM untuk mendukung potensi itu,” tambahnya.
Agustinus juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap masyarakat perbatasan, termasuk bantuan ekonomi dan sosial. “Mereka adalah representasi kehidupan bangsa di perbatasan. Maka, kesejahteraan, pendidikan, dan keamanan harus menjadi fokus bersama pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten,” jelasnya.
Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat TNI-Polri, dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan perbatasan sekaligus memperkuat citra NKRI di wilayah paling timur Indonesia. (DWL)