Apolo Safanpo Menghadiri Rapat Koordinasi, Kesiapan Panitia “Festival Band Papua Selatan”.

Arahan Gubernur Papua Selatan, Prof., DR., Ir., Apolo Safanpo, ST., MT, di dampingi Burhanuddin Zen, SH., MH (inisiator festival)

Mata Rajawali – Rapat koordinasi “Festival”, yang dipimpin oleh inisiator kegiatan, Burhanuddin Zen, SH.,MH diselenggarakan di audioturium lantai dua Swisbell hotel 14 Maret 2026, rapat yang dilaksanakan pada waktu menjelang buka puasa tersebut, dihadiri oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.

Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang komprehensif, Gubernur Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur fisik dan pembangunan non-fisik, khususnya di bidang kesenian dan kebudayaan.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung sore ini, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, menyampaikan bahwa pembangunan sejati mencakup dua pilar utama, yakni sarana prasarana (fisik) dan pengembangan sumber daya manusia (non-fisik) yang meliputi pendidikan, kesehatan, serta seni dan budaya. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menopang pertumbuhan peradaban manusia di wilayah Papua Selatan.

Meskipun saat ini pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, bidang kesenian tetap mendapatkan perhatian khusus. Pemerintah berupaya memaksimalkan potensi yang ada untuk memberikan “sentuhan” nyata bagi masyarakat melalui kreativitas dan pelestarian budaya.

Beberapa poin penting yang menjadi fokus pengembangan meliputi:

  1. Inventarisasi Budaya: Melakukan studi dan perencanaan pengembangan kebudayaan di empat kabupaten di Papua Selatan.
  2. Revitalisasi Tradisi: Menggali kembali unsur-unsur budaya lama yang mulai hilang sekaligus mendorong inovasi kreasi baru.
  3. Festival Seni: Merencanakan penyelenggaraan festival seni sebagai wadah ekspresi bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Merauke dan sekitarnya.

Pertemuan ini juga mengapresiasi inisiatif dari pihak akademisi, termasuk Burhanuddin Zein, yang telah memfasilitasi ruang diskusi antara pemerintah dan pemangku kepentingan seni. Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan rencana aksi yang konkret untuk memajukan bakat anak-anak muda di Papua Selatan.
“Apapun pembangunan yang kita lakukan, tujuannya adalah untuk menyejahterakan manusianya. Melalui kesenian, kita mencoba memberikan sentuhan yang mampu memperkuat peradaban kita,” ujar Apolo.

Sebagai inisiator, Burhanuddin Zen, rapat koordinasi awal Festival Band yang diselenggarakan di lantai dua Audioturium hotel swisbell, 14/03/2026 yaitu untuk membicarakan kesiapan panitia dan anggota. Sedangkan yang terkait dengan hal – hal teknis, akan dibahas dua minggu setelah rapat koordinasi pertama.

“Tujuan dari Festival Band Papua Selatan, yaitu untuk meningkatkan talenta muda-mudi di tanah Papua Selatan, dengan target peserta dari empat kabupaten se-Papua Selatan”. Kata, Burhan.

Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memberikan masukan dan berpartisipasi aktif dalam merumuskan kebijakan pengembangan seni dan budaya demi masa depan Papua Selatan yang lebih harmonis. (DWL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *