Mata Rajawali – Bupati Kabupaten Merauke, Yosep Bladib Gede, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui peluncuran penyaluran bantuan pangan pemerintah. Kegiatan yang berlangsung di Gudang Bulog Merauke pada Rabu (18/03) ini, menyasar masyarakat yang masuk dalam kategori desil rendah berdasarkan data Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Bupati Merauke, Yosep Bladib Gede, menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk keberlanjutan perhatian negara terhadap warga yang membutuhkan. Penyaluran kali ini mengalami peningkatan kuota penerima manfaat hingga hampir 50 persen, yang didapat melalui hasil verifikasi faktual di lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di desil lima ke bawah. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya, sementara bagi yang sudah mandiri diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada yang lain,” ujar Yosep dalam sambutannya.
Selain bertujuan untuk meringankan beban ekonomi, program ini juga menjadi instrumen strategis untuk mengendalikan fluktuasi harga bahan pokok di pasar, terutama beras dan minyak goreng. Sebagai daerah yang dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional, Merauke memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas stok pangan, baik untuk kebutuhan lokal maupun sebagai penyuplai bagi daerah sekitar di Provinsi Papua Selatan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengidentifikasi sejumlah tantangan logistik, termasuk kapasitas dermaga pelabuhan yang memengaruhi waktu bongkar muat (dwelling time). Menanggapi hal tersebut, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Pelindo dan KSOP untuk memprioritaskan kapal pengangkut bahan pangan agar distribusi tidak terhambat.
“Kami sudah meminta pihak pelabuhan untuk memprioritaskan bongkar muat bahan pangan. Target waktu dari pemerintah pusat harus kita kejar agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama,” tambahnya.
Kedepannya, pemerintah berencana mengoptimalkan gudang-gudang pangan di tingkat distrik. Langkah ini diambil agar stok pangan tetap tersedia di titik-titik terdekat dengan masyarakat, sehingga dalam situasi tertentu warga tidak perlu kesulitan menjangkau pusat kota atau menunggu kiriman kapal.
Menjelang hari raya, Pemerintah Kabupaten Merauke bersama Bulog, Kepolisian, dan Bank Indonesia juga terus melakukan pemantauan harga secara aktif di lapangan. Langkah preventif ini dilakukan untuk menekan laju inflasi dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil, sehingga tidak menyulitkan masyarakat di masa hari besar keagamaan.
Pemerintah mengajak seluruh elemen, mulai dari tingkat Distrik, Lurah, hingga TNI/Polri, untuk bersinergi mengawal penyaluran bantuan ini agar berjalan transparan dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kejujuran dalam pendataan penerima manfaat. (DWL)




































