Mata Rajawali – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Papua Selatan resmi dilantik. Prosesi pelantikan ini menandai langkah awal organisasi dalam mengkonsolidasi pengusaha muda di wilayah tersebut guna mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional.
Pelantikan pengurus BPD HIPMI Papua Selatan, dengan masa bakti 2026 – 2029, yang dihadiri oleh SEKDA Papua Selatan, Ketua DPRP Papua Selatan, Forkopimda, serta jajaran pengurus pusat HIPMI. Pelantikan berlangsung dengan hikmah, di Swissbel Hotel Merauke, 6 Februari 2026.
Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, dalam sambutannya menyatakan bahwa pembentukan BPD di empat provinsi baru di Papua, termasuk Papua Selatan, merupakan amanat dari Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI tahun 2022 di Solo.
Sesuai dengan arahan Presiden RI, Papua Selatan diproyeksikan menjadi pusat Lumbung Pangan Dunia. Rencana pengembangan lahan sawah baru seluas 250.000 hektar pada tahun 2026 menjadi peluang strategis yang harus dikawal oleh pengusaha lokal.
“Orientasi Bapak Presiden adalah membangun lumbung pangan Asia dan dunia. Salah satu tempat utamanya ada di Papua, khususnya Papua Selatan,” tegas Akbar dalam acara tersebut.
Pemberdayaan Pengusaha Lokal
HIPMI menekankan pentingnya kemitraan agar proyek strategis nasional (PSN) di daerah tidak hanya didominasi oleh investor dari Jakarta. Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi pengusaha muda di Papua Selatan untuk membentuk konsorsium dan terlibat langsung dalam pembangunan.
“Jangan sampai investasi dari Jakarta masuk, lalu uangnya kembali lagi ke Jakarta. HIPMI harus berkonsolidasi agar proyek ini dapat dinikmati oleh teman-teman pengusaha di daerah, sehingga terjadi pemerataan ekonomi,” tambahnya. (DWL)















