Mata Rajawali, 20 Agustus 2025 – PT Telkom Indonesia membantah tudingan bahwa gangguan jaringan internet (jarnet) yang melanda wilayah Papua Selatan sejak 16 Agustus 2025 dilakukan secara sengaja. Pihak Telkom menegaskan gangguan tersebut murni disebabkan oleh kendala teknis pada sistem komunikasi kabel laut.
“Gangguan ini bukan terjadwal dan tidak ada unsur kesengajaan. Justru kami mengalami kerugian besar karena setiap perbaikan gangguan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tegas General Manager Telkom Indonesia Wilayah Papua, Antonius Joko Sritomo, dalam konferensi pers, Rabu (20/8).
Menurutnya, gangguan ini merupakan kejadian kedelapan yang terjadi di Merauke dan juga berdampak pada sejumlah wilayah lain seperti Kaimana, Timika, Asmat, dan Nabire. Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis laut di wilayah Merauke yang landai dan dangkal menjadi salah satu penyebab rentannya jaringan kabel laut terganggu.
“Kerusakan terjadi pada sistem komunikasi kabel laut (SKKL), dan kami sudah mengerahkan kapal khusus dari Makassar yang saat ini menuju lokasi perbaikan melalui Dobo untuk pengisian perbekalan,” jelasnya.
Telkom menargetkan perbaikan sementara selesai pada 5 September 2025. Namun, Antonius menegaskan bahwa pemulihan penuh masih membutuhkan beberapa tahapan lanjutan.
“Pemulihan pada 5 September masih bersifat temporer. Masih ada proses lanjutan pada 12 dan 17 September. Pada 12 September, akan terjadi gangguan selama 12 jam, sementara pada 17 September akan dilakukan pemadaman jaringan selama 36 jam demi keselamatan tim teknis selama perbaikan berlangsung,” tambahnya.
PT Telkom memastikan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan, dan meminta masyarakat bersabar selama proses perbaikan dilakukan. (DWL)