Mata Rajawali – Dua unit rumah dinas milik SD YAPIS 1 Merauke Papua Selatan, hangus di lalap api. Selasa, 5 Agustus 2025, peristiwa tersebut terjadi sekitar 18:30 WIB di jalan Nuwari kelurahan Karang Indah Distrik Merauke Papua Selatan.
Kebakaran hebat yang menghanguskan dua unit rumah dinas SD YAPIS 1 Merauke, disinyalir adanya arus pendek dari atap plafon salah satu rumah.
Rumah dinas bertipe kopel yang ditempati oleh Sucipto (50) tahun, penjaga sekolah dan Imam (29) tahun seorang guru. Kebakaran awalnya diketahui oleh salah satu penghuni rumah dinas yang menjadi korban kebakaran, Imam (29). Awal disadari adanya kebakaran oleh Imam, saat ia baru kembali dari kelas menyimpan printer.
“Baru lima menit, saya pergi menyimpan printer di kelas, tiba-tiba terdengar suara teriakan pak Sucipto, “kebakaran – kebakaran”. Saya langsung berlari ke arah rumah, dan begitu masuk ke dalam rumah, saya lihat api sudah menjalar ke plafon rumah, saya sudah tidak sempat selamatkan barang-barang lagi, sebab api sudah membesar,” ungkap Imam.
Api yang mulai membesar dan menjalar ke rumah Sucipto, membuat suasana makin panik, dan warga yang berada di sekitar bahu membahu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, sembari menunggu datangnya pihak DAMKAR.
Tiga armada DAMKAR diterjunkan untuk memadamkan si jago merah yang sedang ngamuk, satu armada dari Satpol-PP Merauke, satunya dari Bandara Moppah Merauke, dan satunya lagi dari armada DAMKAR LANTAMAL XI Merauke pun turut andil dalam memadamkan kebakaran tersebut.
Akses jalan yang sempit, memaksakan dua armada DAMKAR, dari Satpol-PP dan Bandara Moppah Merauke tidak dapat merapat ke titik kebakaran secara optimal. Kedua DAMKAR tersebut akhirnya mengambil langkah taktis dengan menjulurkan selang pemadam sepanjang 120 meter ke titik kebakaran. Sedangkan armada DAMKAR milik LANTAMAL XI langsung ke titik kebakaran. Penuh dengan dramatis, akhirnya kurang lebih dua jam api pun dapat dipadamkan.
Dalam kejadian tersebut, isteri Sucipto (Rahayu) dilaporkan jatuh pingsan melihat rumahnya dilalap api, dan warga pun segera membawanya ke RSUD Merauke untuk mendapat pertolongan medis.
Dari kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai ratusan juta. Pihak Kepolisian Resort Merauke yang turut hadir di lokasi dan menyatakan masih mendalami sebab-sebab pasti terjadinya kebakaran.
“Dugaan awal, memang karena adanya arus pendek (korsleting). Tapi kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya,” ujar Kabag Ops Polres Merauke, AKP Irwanto Sawal, S.H., di lokasi kejadian.
Terlihat sejumlah personil dari dua instansi, yaitu LANTAMAL XI dan Polres Merauke turut membantu proses penanganan pada lokasi kebakaran tersebut. (DWL)